Jumat, 05 Juni 2020

Meningkatkan Hasil Panen Sayur dengan Tumpang Sari

Ada banyak cara meningkatkan hasil pertanian terutama sayuran. Salah satunya adalah dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan  dengan menanam lebih dari satu jenis tanaman dalam satu areal yang dikenal dengan sistem tumpang sari.
Petani sayuran di daerah Wanagiri  banyak menerapkan cara ini. 


Kebun Cengkeh, Kopi Robusta dan Arabika

Tanaman  cengkeh banyak ditanam di desa Wanagiri semenjak harga jualnya tinggi. Sebenarnya pohon ini kurang cocok ditanam disini dengan ketinggian diatas 1200 mdpl. Walau demikian tanaman ini dapat berbuah maksimal tiap 2 tahun.



Ada juga petani yang menerapkan sistem tumpang sari dengan tanaman lain seperti kopi dan  bunga pecah seribu. Dengan cara ini diharapkan mengurangi kerugian petani akibat turunnya harga.
Salah satu hama yang menyerang pohon cengkeh di desa Wanagiri adalah hewan tupai yang memakan kulit batang pohon cengkeh. Tupai suka makan kulit pohon cengkeh yang mengakibatkan pohon cengkeh yang sudah siap berbunga menjadi mati atau layu satu batangnya.
Cara penanganan tupai ini sementara menggunakan racun dan melakukan perburuan secara berkala.

Kamis, 04 Juni 2020

Bertani Bunga Pecah Seribu ( Hydrangea)

Salah satu tanaman yang cocok tumbuh di desa Wanagiri adalah bunga pecah seribu (Hydrangea).  


Sayangnya harga bunga ini sangat fluktuatif mengikuti permintaan pasar karena bunga ini sebagian besar dimanfaatkan keperluan upacara agama. 



Mencari Ketenangan di Air Terjun Pucak Manik

Sebagai wilayah perbukitan, desa Wanagiri dianugrahi  banyak sumber air dan beberapa air terjun. Salah satu objek wisata alam yang ada dan dikembangkan di kawasan Dusun Asah Panji adalah air terjun Pucak Manik. Diberi nama Pucak Manik karena berada di dekat Pura Pucak Manik. Tepatnya area hutan antara desa Wanagiri dengan Desa Sambangan. 
Jika anda bosan dengan rutinitas pekerjaan dan mencari suasana alam maka Air Terjun Pucak Manik bisa dijadikan pilihan.

Selasa, 02 Juni 2020

Panen Kopi Arabika di Desa Wanagiri

Bulan Mei adalah masa panen kopi arabika di desa Wanagiri Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng. Pandemi virus corona mengakibatkan turunnya harga biji kopi arabika khususnya yang petik merah. Turunnya harga ini karena berkurangnya permintaan akan ceri petik merah yang biasanya untuk olah basah.

Hujan yang masih sering turun di desa Wanagiri juga mempercepat merahnya biji kopi sehingga banyak yang dimakan burung dan luwak liar.

Sumber Mata Air di Desa Wanagiri

Sebagai daerah perbukitan, kawasan desa Wanagiri merupakan daerah resapan air hujan. Dengan ketinggian kurang lebih 1300 meter diatas permukaan laut, ini adalah tempat yang tinggi di kawasan Bali utara. Disini terdapat banyak sekali sumber air yang mengalir sampai ke kota Singaraja. 
Sumber mata air ini dimanfaatkan oleh penduduk di sekitar sebagai air minum maupun untuk mengairi kebun sayur yang ada. Dahulu desa Wanagiri merupakan kawasan hutan dengan pohon yang besar. Seiring dengan perkembangan jaman, kawasan ini diubah menjadi perkebunan kopi arabika dan robusta. Ada juga kebun bunga pecah seribu, cengkeh, jeruk maupun sayur lainnya.
Dahulu desa Wanagiri adalah areal hutan yang merupakan satu kawasan dengan hutan di sekitar danau Buyan dan Tamblingan serta hutan desa sambangan di sebelah utara. 
Penting sekali menjaga sumber mata air di desa Wanagiri ini karena sumber air alami ini dimanfaatkan oleh banyak penduduk.

 

Kamis, 14 Mei 2020

Musyawarah Desa Khusus Penetapan Calon Penerima Bantuan Langsung Tunai

Musyawarah Desa Khusus Penetapan Calon Penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa Wanagiri Kecamatan Sukasada dilaksanakan pada hari Senin tanggal 4 Mei 2020  bertempat di SDN 2 Wanagiri.Dihadiri oleh Perbekel Wanagiri, Kelian Desa Adat Wanagiri, Babinsa, Babinkatibnas, Kepala Dusun se - Wanagiri, Ketua BPD bersama anggota, Ketua LPM, Kelian Tempek se - Wanagiri, Kasatgas Linmas. Musdes ini bertujuan agar semua masyarakat yang menerima BLT tepat sasaran dan akan di setujui oleh BPD desa Wanagiri.